Rabu, 11 Juli 2012

Gunung di Papua


GUNUNG PUNCAK CARTENZ
Puncak Jaya, terkadang disebut atau Gunung Carstensz Pyramid Carstensz adalah sebuah gunung di Range Sudirman, barat pusat dataran tinggi provinsi Papua, Indonesia (di Puncak Jaya). Nama-nama lain termasuk dalam bahasa Nemangkawi Amungkal, Ngga Pulu, Sukarno dan Gunung Carstensz Toppen.
Ekspedisi Piramida Cartenz dimulai dari Zebra Wall ( 3.500 m ), nama Zebra ini datang dari motif yang unik seperti kulit Zebra pada dinding batu. Motif ini tentu saja diciptakan ribuan tahun yang lalu.
Dari titik ini ke Cartenz Base Camp akan memakan waktu 3,5 jam dengan berjalan perlahan di tengah - tengah lembah di sekitarnya dinding berbatu - batu. Perjalanan sedikit mudah dengan lumpur dan batu tajam sepanjang jalan. Sebelum memasuki Base Camp Area, Anda akan melewati 3 danau, biasanya disebut danau 1, danau 2 dan danau 3. Danau ini adalah berasal dari hujan danGlazer. Perjalanan di sini akan lebih sulit.
Anda harus melewati “Pintu angin”; ini adalah pintu gerbang untuk memasuki lembah Base Camp Area. Angin bertiup sangat kuat di sini dan di sini langkah anda perlu sedikit lebih cepat. Setelah itu pendaki melewati daerah datar dengan banyak danau kecil, lalu setelah beberapa saat pendaki akan tiba di Base Camp “Lembah Danau - Danau” ( 4.200 m ).
Dari base camp ini anda dapat melihat Cartenz Summit, Puncak Jaya ( Ngapulu ) dan Cartenz Timur. Pendaki akan berhenti dan istirahat di sini selama satu hari penuh dan mempersiapkan diri untuk Summit Attack pagi hari. Perjalanan ke Puncak Cartenz biasanya dimulai pada 02:00 - 03:00. Hal ini tergantung pada kondisi para pendaki. Untuk durasi perjalanan normal untuk mendaki puncak sebaiknya berangkat pukul 12 jam, dari Base Campkembali ke Base Camp.
Untuk bisa menggapai puncak Cartenz Pyramid pendaki harus memanjat menggunakan tali, maka dari itu keterampilan memanjat sangat penting di sini. Pendaki wajib menggunakan peralatan pendakian yang direkomendasikan, pastikan anda membawa semua yang ada di daftar itu. Metode ini memberikan keamanan dan kesempatan terbaik mendaki puncak.
Lemparan pertama untuk memanjat tali pertama adalah 1,5 jam dari base camp, berjalanlah menuju kaki puncak. Memanjat tali perlu ascender untuk naik dinding batu dengan ketinggian sekitar 60 m. Anda akan melakukan hal ini melalui beberapa tali memanjat sampai anda mendapatkan teras yang luas, teras datar ini memberikan keuntungan istirahat sebelum memulai mendaki puncaknya. Untuk sampai ke teras puncak akan memerlukan waktu 15 menit berjalan di atas batu ( pada dasarnya adalah dataran batu, tajam dan basah ).
Mendaki ke puncak akan lebih sulit dengan sampai kemiringan dinding 60 derajat dan ketinggi 45 - 50 m, ini akan membawa pendaki ke puncak bukit. Atur sendiri stamina anda dengan bergerak perlahan tapi pasti atau mengikuti tempo optimum anda. Dari puncak bukit anda dapat melihat pemandangan pertambangan di bawah, hutan hujan, hutan perawan Papua dan Laut Arafura. Namun anda dapat menikmati semua ini hanya pada hari cerah dan tidak ada awan di bawah puncak punggungan.
Anda berjalan di punggungan untuk mendapatkan Piramida Cartensz Summit, jalan di sini adalah hanya memiliki lebar 2-3 m berjalanlah dengan hati - hati. Dari titik ini membutuhkan sekitar 1,5 jam menuju puncak. Sebelum mendapatkan puncak, pendakian akan lebih sulit, anda harus melewati 3 celah. Ada dua pilihan untuk melewati celah, dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari pemanjatan yang pertama. Yang harus anda lakukan adalah rappelling turun, melewati celah di bawah dan kemudian mendaki vertikal naik celah tersebut ( sekitar 8 m ). Cara yang lain adalah menyeberangi lokasi ini dengan menyeberangkan tali menggunakan katrol dan penambatan tali ( pulley dan belay ). Hal ini sangat menarik dan sangat menantang.
Setelah melewati bagian yang paling sulit ini, pendaki akan segera berada di puncak Cartenz.

GUNUNG PUNCAK TRIKORA
Puncak Trikora merupakan sebuah gunung yang terdapat di Papua Barat, Indonesia. Puncak Trikora mempunyai ketinggian setinggi 4.751 meter, menjadikannya gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Puncak Jaya dan Puncak Mandala. Puncak Trikora mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Di zaman pemerintahan Belanda gunung ini dikenal dengan namaWilhelminatop (Puncak Wilhelmina).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar